THE AUTHENTICS, Atraktif Back To Basic


THE AUTHENTICS, Atraktif Back To Basic


Diambil dari salah satu judul dari total 11 lagu yang terdapat di album ini, The Authentics memang pencuri hati sejati. Luangkan waktumu dan cari tahu kapan mereka akan perform, lantas tonton langsung dengan mata kepalamu sendiri. They’re friggin’ awesome! Bukan hanya kemampuan musikalitas yang baik dalam membawakan lagu-lagu yang membuatmu ingin berdansa; namun juga atraktivitas yang secara absolut mencuri perhatian siapa pun. You just can’t take The Authentics off yer mind!

Berawal dari tahun 2005, Dawny (mantan personil Jun Fan Gung Foo) dan Arnold, yang kebetulan memiliki selera musik yang sama, mempunyai ide untuk membentuk band dengan konsep ska revival “back to the basic” yang artinya adalah kembali ke musik ska dasar/awal, di mana jenis musik ini lahir pada era pertengahan ‘60-an.

Setelah menyeleksi beberapa nama untuk anggota band yang lain, muncul nama Dani (Straight Out) – gitaris yang dengan influence blues, Zenis (In Ska We Trust) – saxophonist yang juga memiliki influence jazz, serta Wally (mantan personil JFGF) – drummer dengan influence musik jazz dan reggae. Karena merasa masih kurang lengkap, diajaklah seorang saxophonist jazz dan soul yang bernama Zendi (JFGF) – yang kebetulan adalah kakak dari Zenis – serta Ceky (7 Deadly Sins) yang terpilih untuk mengisi keyboard.

Nama The Authentics sendiri tercetus begitu saja pada saat latihan di awal mereka terbentuk, karena memang para personilnya menginginkan bunyi sound yang otentik seperti band-band ska pada awalnya, serta menginginkan sesuatu yang sangat merepresentasikan keaslian atau keotentikan influence dan karakter mereka yang berbeda-beda, namun mempunyai passion menjadi satu kesatuan dalam band ini.

Di tahun 2007, Zenis keluar dari band untuk lebih konsentrasi dengan pekerjaannya di luar musik. Begitu juga dengan Wally yang karena harus bekerja di lain pulau, membuat The Authentics harus mencari additional drummer pengganti. Fajar (Alexa/StepForward) sempat mengisi kekosongan. Namun karena Fajar harus lebih konsentrasi di bandnya, maka The Authentics memutuskan kembali mencari additional drummer, dan terpilih lah Diaz (Maddening Pace) sebagai additional drummer.

Awalnya The Authentics mengcover lagu– lagu dari Hepcat, The Slackers, The Skatalites dan lain-lain; yang lebih condong ke arah traditional ska. Namun seiring dengan berjalannya waktu, The Authentics mencoba meramu dan menciptakan lagu-lagu sesuai dengan karakter dari para personilnya. Maka kemudian terciptalah lagu-lagu yang lebih simple, easy listening, fun, friendly dan danceable, namun tetap dengan roots-nya yaitu ska, swing, soul, blues, yang mana jenis musik tersebut memang masih satu rumpun.

Yang pasti, The Authentics memberikan jaminan kalau musiknya bisa membuat anda mengangguk-anggukkan kepala, menghentakkan kaki, bahkan membuat anda beranjak meninggalkan kursi, bernyanyi dan berdansa sepanjang malam!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: